About my Blog

Share Information; Blogs, Travel, Technology, Tutorial, Business, College and etc.

Jumat, 04 Juni 2010

prinsip desain user interface

Prinsip desain user interface memiliki beberapa kategori yaitu:
 Learnability adalah kemudahan yang dapat dipelajari oleh user dari semua tingkat.
 Flexibility adalah kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas
dengan berbagai cara.
 Robustness adalah kemampuan UI (user interface) untuk melakukan pemulihan (recovery).

Selanjutnya akan dibahas satu per satu

Learnability principles adalah kemudahan yang dapat dipelajari bahkan oleh user tingkat pemula untuk dapat memulai suatu interaksi yang efektif dan bisa mendapatkan performa yang maksimal, Di bawah ini terdapat beberapa konsep yang mendukungnya:

• Predictability
User interface dapat diprediksi apa yang dapat dikerjakan olehnya. Seperti contoh sebuah menu yang dinamakan sesuai dengan fungsinya sehingga user dapat memprediksi kemungkinan apa yang terjadi jika menu tersebut diakses.
• Synthesizability
adalah dukungan dari user untuk merasakan manfaat dari sistem lama yang telah digunakan dengan sistem yang baru yang sedang digunakan. Sebagai contoh adalah memindahkan suatu file pada UNIX dengan perpindahan file dalam Mac OS atau Windows.
• Familiarity
Familiarity adalah suatu kemampuan sebuah user interface untuk lebih mudah dikenali fungsi dan kemampuannya oleh user.
• Generalizability
Adalah suatu kesamaan tingkah laku seperti tugas/situasi/operasi.
• Consistency
User biasanya lebih senang dengan sesuatu yang familiar, mudah, dan sudah dikuasainya.

2. Flexibility Principles
flexibility principles memiliki berbagai penjelasan dibawah ini:
• Dialog Initiative
Tidak menyulitkan user dengan menempatkan suatu batasan dan bagaimana dialog tersebut dapat dilakukan. Dapat dibagi 2 yaitu user pre – emptive dan system pre – emptive. User pre – emptive adalah user yang memulai aksi terlebih dahulu. Sedangkan system pre – emptive yaitu sistem yang melakukan semuanya lebih dahulu.
 Multithreading
Mengizinkan user (pengguna) untuk melakukan lebih dari satu tugas dalam waktu yang bersamaan. Selanjutnya tipe ini dibagi 2 yaitu concurrent dan interleaved. Tipe concurrent melakukan banyak tugas secara berbarengan, sedangkan tipe interleaved memasukkan banyak tugas secara satu per satu.
 Task Migratability
Task migratability adalah kemampuan untuk memindahkan sebuah performa tugas ke entitas yang dapat melakukannya lebih baik.
 Subtitutivity
Memperbolehkan user (pengguna) untuk memilih suatu metode interaksi yang cocok dengannya.
 Customizability
Kemampuan user untuk memodifikasi user interface oleh user (adaptability) dan oleh sistem (adaptivity).
3. Robustness Principles
Adalah Mendukung user dalam menentukan kesuksesan pencapaian dan penilaian tujuan.
. Terbagi lagi ke dalam beberapa kategori yaitu :
• Observability
Apakah pengguna mampu menjelaskan keadaan internal system dari apa yang dia mengerti?
1. Browsability
Menjelajah keadaan sekarang tanpa menggantinya.
2. Reachability
Menjelajah melalui keadaan yang kemungkinan dapat diobservasi.
3. Persistence
Seberapa lamakah keadaan yang diobservasi bertahan?
• Recoverability
kemampuan mengambil atas tindakan korektif mengenali kesalahan.

• Responsiveness
Persepsi user (pengguna) mengenai banyaknya komunikasi yang dilakukan dengan sistem.
• Task Conformance
Apakah sistem mendukung semua berbagai keinginan pengguna untuk melaksanakan tugas dalam cara yang diharapkan.

2 komentar:

  1. Terima kasih. Informasinya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tata letaknya perlu diperbaiki, Mas Denis.

      Hapus