About my Blog

Share Information; Blogs, Travel, Technology, Tutorial, Business, College and etc.

Jumat, 04 Juni 2010

Keadlian dalam Syariat Islam

Berlaku adil adalah salah satu prinsip Islam yang dijelaskan dalam berbagai nash ayat maupun hadits. Prinsip ini benar-benar merupakan akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam syari’at Islam, sehingga wajar kalau tuntunan dan aturan agama semuanya dibangun di atas dasar keadilan dan seluruh lapisan manusia diperintah untuk berlaku adil.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil, berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat. Dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl : 90)

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisâ` : 58)

Dan Al-Qur`an Al-Karîm adalah lambang keadilan,

“Telah sempurnalah kalimat Rabb-mu (Al-Qur`an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’âm : 115)

Dan Allah Ahkamul Hâkimîn memerintah untuk berlaku adil secara mutlak,

“Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu).” (QS. Al-An’âm : 152)

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap diri kalian sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabat kalian. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.” (QS. An-Nisâ` : 135)

Dan Rabbul ‘Izzah tetap memerintahkan untuk berlaku adil walaupun terhadap musuh sendiri,

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mâ`idah : 8)

Dan Allah memuji orang-orang yang berlaku adil,

“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (QS. Al-A’râf : 181)

Dan Nabi-Nya telah diperintah untuk menyatakan,

“Dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kalian.” (QS. Asy-Syûrô : 15)

sumber

Kasih dan Cinta dalam Islam

“Syair Arab menyebut, apabila seseorang yang
bercinta di tanya, “Apakah kau menyintai atau
sedang bercinta dengannya?”, maka
dijawabnya, “Oh, tidak…kawan sahaja atau apa
sahaja alasannya,” Ketahuilah dia seorang
pasangan KAZZAB (penipu)”
______________________________________

“…Rasa hormat adalah asas penting menjalin
hubungan cinta yang suci sesuai dengan aturan
Allah swt. Hormat kepada perintah Allah, ajaran
Rasul serta hormat ke atas hak dan maruah di
antara pasangan amat dititik beratkan ke arah
satu hubungan yang berkekalan.

Seorang lelaki yang jujur terhadap cinta dan kasih

sayang yang terjalin terhadap seorang wanita
tidak sewenang-wenangnya menyentuh tangan
wanita atau memegang erat tubuhnya. Wanita
bukannya objek yang boleh diperalatkan.

Jika ini terjadi, seorang wanita perlu berfikir,
apakah pasangan seperti ini mampu melindungi
dan menjaga maruahnya apabila berkahwin
nanti?

Jika hari ini haknya tergadai kerana seorang yang
dinamakan kekasih, apa kesudahan yang bakal
berlaku satu hari nanti?…”
______________________________________

Istilah cinta amat popular dan menjadi satu
ungkapan setia di bibir-bibir remaja yang
menganggapnya satu kalimah suci dan bererti.

Ada yang berbangga memiliki seorang kekasih
yang setia dan mula memasang angan-angan
untuk mendirikan rumah tangga bersama
pasangan pilihan.

Fanomena ini berlanjutan dari bangku sekolah
lagi malah adakalanya membawa kepada
sesuatu di luar jangkauan

Cinta perlu
difahami. Semestinya seorang remaja
perlu memahami kehendak dan definisi yang
tepat.

Tanya pada diri, sama ada cinta hanya sekadar
gelojak perasaan serta rasa tertarik antara satu
sama lain cukup untuk menjelaskan maksudnya?

Di dalam artikel bertajuk Hakikat Percintaan
Dalam Islam, rasa hati yang dinamakan cinta
merupakan satu perasaan yang semulajadi di
alami oleh setiap insan baik muda mahupun tua.

Allah telah menganugerahkan manusia naluri
untuk meneruskan keturunan (salah satunya,
menyukai pasangan berlainan jantina) atau
dikenali dengan gharizah Al-Nau’.

Ini merupakan salah satu naluri manusia dari yang
tiga iaitu gharizah Al-baqa’ (naluri untuk
meneruskan kehidupan dan mempertahankan),
gharizah Al-Tadayyun (naluri untuk menyembah
dan beragama) dan gharizah Al-Nau’.

Jadi adanya perasaan itu sememangnya sudah
fitrah manusia dan perkara ini wajar dan tidak
haram di
sisi Islam.

Dalam keadaan ini, manusia perlu memahami
kedudukan cintanya dan ke mana hala tuju
seterusnya.

Malangnya remaja hilang punca dan meletakkan
satu kesimpulan yang mudah tentang hakikat
cinta.

Cinta perlu difahami sebagai satu rasa kasih
sayang yang penuh rasa hormat, tanggungjawab,
kesetiaan, komitmen, keikhlasan, bermaruah dan
ada matlamat.

Jika ciri-ciri ini tidak ada dalam apa yang
dikatakan sebagai cinta, maka hubungan
sedemikian sekadar satu permainan dan kepura-
puraan sahaja.

Konsep cinta dalam Islam meletakkan satu aturan
yang sistematik dan teratur tanpa mengabaikan
hubungan antara manusia dan Allah.

Atas dasar ini, Islam meletakkan cinta pada satu
kedudukan yang bermaruah dan bernilai baik bagi
pihak lelaki dan perempuan.

Ke mana hala tujunya destinasi cinta remaja?
Adakah setakat mengisi usia remaja dan
adakalanya putus di tengah
jalan?

Mungkin destinasi cinta remaja yang diingini lebih
kepada konsep ala Barat yang disifatkan penuh
romantis dan indah.

Mulianya cinta berlandaskan Islam kerana cinta
yang dibina bermatlamat. Kerana ingin mendapat
kasih sayang tuhan, manusia sedia berkongsi
rasa cinta dan kasih sayang sesama insan.

Kerana inginkan kasih sayang tuhan jualah,
masing-masing ingin selamat-menyelamatkan
antara satu sama lain dari segi hubungan dan
kehidupan di dunia untuk mengejar sesuatu yang
abadi di akhirat.

Cinta yang dibina bukan cinta kosong tetapi cinta
yang punya pengertian yang luhur dan hanya
dapat dirasakan dengan jiwa yang bersih yang
sentiasa mencari tuhan

Sumber

Cinta Kasih dalam Agama Islam

Seringkali kita mendengar ungkapan :” ALLAHU AKBAR “ dengan pengertian Allah Maha Agung. Allah merupakan perwujudan sebagai Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Penyayang, Maha Pengasih dan semuanya disanjungkan sebagai Maha Besar. Kalau udah begini, kita sebagai manusia merasa betapa kecilnya diri kita, betapa kita harus mendalami apa makna dari semua itu.

Dalam kisah agama Islam ada suatu kisah yang menyatakan betapa Allah Maha Pengasih. Dikisahkan ada seorang pelacur yang meninggal dunia dan kemudian masuk surga. Bagaimana mungkin seorang pelacur, wanita hina dina bisa masuk surga ? Sedangkan didunia saja ia sudah dikutuk, dibenci banyak wanita, dianggap perusak dan wanita tak bermoral. Kemudian dikisahkan bahwa wanita pelacur yang dianggap bejat oleh manusia normal tersebut memiliki CINTA KASIH semasa hidupnya. Kisahnya ialah pelacur tersebut pada suatu hari sedang menimba air, datanglah seekor anjing yang juga dianggap mahluk binatang. Anjing yang kehausan dengan lidah menjulur dan napas terengah-engah tanda kehausan dan anjing tersebut mendatangi sumur dimana wanita tersebut sedang menimba air, karena tidak tega melihat seekor anjing kehausan si wanita mengambil tempat air dan memberinya minum. Anjing tersebut dengan semangat melepaskan dahaganya. Nabi mengatakan bahwa Allah menyaksikan betapa seorang pelacur masih memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama ciptaan Allah. Rasa kasih sayang tersebut tetap berharga dan karena kasih sayang tersebutlah pelacur tersebut diterima disurga. Jadi dalam agama Islam dikenal kasih sayang terhadap mahluk ciptaannya. Kalau terhadap binatang saja, rasa kasih sayang dihargai tentu saja rasa kasih sayang terhadap sesamanya harus diberdayakan. Ungkapan Allah Maha Pengasih dan Penyayang memang harus didengungkan dan didalami serta direnungkan. Manusia yang tanpa kasih sayang terhadap sesamanya dan hanya fanatisme buta sebenarnya sudah melanggar PERINTAH ALLAH. Bayangkan terhadap mahluk binatang Allah dan Nabi menghargai kasih sayangnya, seperti yang diceriterakan dalam kisah Nabi.

Kasih sayang juga menyangkut saling menghormati, saling berbagi rasa dan saling menghargai. Sayang sekali kisah tadi dikotori dengan ulah segelintir manusia yang tidak mengenal kasih sayang dan cuma mengobral kebencian. Agama Islam tidak mengajarkan kebencian, agama Islam seperti juga agama Kristen, agama Budha, bahkan moral batiniah tidaklah mengajarkan cara-cara primitip penuh kebencian. Sesungguhnyalah apa yang dilakukan MUI dengan FATWA agar umat Islam tidak mengucapkan Selamat Hari Natal kepada orang-orang Kristen menunjukkan betapa dangkalnya pengetahuan agama dari oknum kelompok Majelis Ulama Indonesia. Ataukah disini ada upaya menggunakan AGAMA untuk kepentingan PRIBADI dan GOLONGAN ? Seperti juga kebencian-kebencian yang disebarkan oleh sekelompok orang yang menamakan diri mereka dengan FUNDAMENTALIS dan melakukan JIHAD dengan merusak tatanan, dengan menyebar kebencian dan menafsirkan agama serta Al Qur’an dengan bertentangan terhadap kehendak ALLAH. Allah menghendaki kedamaian, Allah menghendaki penyebaran cinta kasih karena ALLAH MAHA PENGASIH dan PENYAYANG. Apalagi kalau ada yang mengatakan membela ALLAH, sedangkan dalam agama dan Al Qur’an dikatakan bahwa ALLAH MAHA AGUNG, ALLAH MAHA KUASA dan dengan menyimak kalimat tersebut jelas bahwa Allah tak perlu dibela oleh mahluknya yang harus rendah hati dan harus mawas diri. Kebohongan besar kalau ada yang mengatakan bahwa ia membela ALLAH, karena Allah Maha Kuasa berarti tak ada mahluk didunia yang memiliki kemampuan membela ALLAH. Membela Allah berarti melakukan kewajiban menjalankan agama dan tidak membenci mahluk ciptaan Allah, serahkan kepada Allah saja dan kita sebagai mahluknya tak akan tahu persis apa kehendak Allah. Jadi mengeluarkan FATWA yang seenaknya jelas melanggar kemauan Allah yang penuh kasih sayang. Jelas Fatwa MUI cuma penggelontoran politik serta ambisi pribadi dan golongan dalam menggunakan atau memperalat agama untuk kepentingan sesaat.

Beberapa Tispa Mengatasi Kesepian

Jika Anda merasa kesepian, Anda tidak sendirian. Keadaan ini dialami hampir semua orang di dunia. Dari hasil penelitian, para ahli kini sudah menemukan penyebab rasa sepi ini sehingga bisa memberikan beberapa cara sederhana dan logis untuk mengatasinya.

“Orang-orang yang merasa kesepian dan mempunyai masalah dalam membentuk hubungan akrab dengan orang lain mempunyai rasa percaya diri yang rendah,” kata psikiater David D. Burns, penulis buku Intimate Connections yang mengembangkan program mengatasi kesepian di Presbyterian Medical Center, Philadelphia. “Mereka takut ditolak dan dicela sehingga bersikap terlalu kritis terhadap diri sendiri. Ini disebabkan mereka mempunyai harapan yang tak masuk akal untuk dirinya sendiri maupun orang lain.”


Rasa percaya diri yang rendah ini membuat seseorang malas keluar, bertemu dengan orang-orang dan menjalin persahabatan. Tapi, sekali Anda belajar mencintai diri Anda sendiri, orang lain dengan sendirinya akan mencintai Anda juga. Dan rasa kesepian akan hilang. Berikut ini, tip yang ditawarkan Dr. Burns.

1. Ingatkan diri Anda tentang bakat dan ciri pembawaan Anda yang membuat Anda bangga pada diri sendiri. Bayangkan diri Anda sebagai seseorang yang menarik dan diperlukan. Orang-orang lain umumnya tertarik pada seseorang yang mempunyai pandangan positif.
2. Laksanakan kegiatan yang selama ini Anda dambakan. Apakah belajar dansa, atau bermain musik, atau kursus bahasa asing, atau melakukan kegiatan sosial. Pandai dalam suatu bidang akan membangkitkan rasa percaya diri.
3. Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Anda pasti akan selalu menemukan orang lain yang lebih langsing, lebih muda, lebih cerdas, atau lebih seksi. Selain itu, untuk menjalin persahabatan lestari dan saling mengasihi, Anda tak perlu harus cantik atau tampan atau kaya.
4. Bergabung dengan grup yang punya minat yang sama. Pelajari program yang ditawarkan badan pendidikan untuk orang dewasa. Bisa juga bergabung dengan organisasi yang bersifat keagamaan. Atau bergabung dengan grup teater dan sebagainya, yang terdapat di dekat kediaman Anda.
5. Sibukkan diri dengan pekerjaan sukarela. Dengan kegiatan ini, Anda akan lebih memikirkan apa yang bisa Anda berikan kepada orang lain, daripada memikirkan apa yang bisa Anda dapatkan dari orang lain. Hal ini akan membuat Anda merasa senang pada diri sendiri.
6. Lakukan sesuatu yang membuat Anda merasa istimewa. Manjakan diri Anda dengan makanan lezat, tataan rumah / kamar yang menarik, atau kegiatan menyenangkan yang lainnya. Temukan hal-hal yang bisa menyenangkan Anda.
7. Rias diri Anda agar berpenampilan menarik. Kenakan busana yang sedang ngetren yang selama ini selalu Anda hindari. Perubahan citra Anda bisa mempengaruhi perasaan orang-orang terhadap diri Anda.
8. Jangan terlalu kritis terhadap orang lain. Jika Anda mengharap bertemu dengan orang yang sempurna, Anda akan menunggu selamanya.
9. Selalu tersenyum. Katakan, ‘halo’ pada orang tak dikenal di jalan. Jika hal ini membuat Anda salah tingkah, coba mulai lakukan pada sesama jenis. Atau pada orang yang lebih tua, atau anak-anak. Jika Anda sudah percaya diri, Anda akan menemukan, dapat mendekati lawan jenis dengan lebih mudah.
10. Memberi pujian. Orang-orang haus pujian. Dan hampir semua pujian bisa membangkitkan jawaban yang hangat.
11. Bicarakan tentang diri Anda, tujuan dan minat Anda. Jangan merasa pekerjaan dan kepribadian Anda tidak menarik bagi orang lain. Pelajari sebanyak mungkin tentang orang lain. Mereka akan merespon karena Anda tertarik kepada mereka.

Sumber

Bagaimana Mengatasi Kesepian

a. Merasa sepi di tengah keramaian?

Apakah anda pernah merasa kesepian, padahal anda sedang di tengah keramaian, sedang berjalan-jalan di Mal, menghadiri suatu seminar, atau sedang sibuk bekerja dikejar dead line? Pernahkah anda merasa sendiri, tak ada teman untuk berbagi, atau betul-betul ingin lari dari situasi saat ini yang terasa menekan? Jika anda mempunyai perasaan seperti tersebut, berhati-hatilah, karena rasa kesepian dapat merusak kesehatan (Forum Keadilan, 2007).

Kesepian merupakan salah satu bentuk kesedihan. Kesepian menurut ilmu psikologi merupakan perasaan terkucil, penuh kesedihan karena merasa dirinya hanya hanya hidup seorang diri. Rasa sepi ini berasal dari hati, sehingga lingkungan pekerjaan yang sibuk dan teman-teman di sekelilingpun, tak akan mampu mengusir rasa sepi (Forum Keadilan, 2007). Selanjutnya dijelaskan pula, bahwa rasa kesepian ini banyak melanda wanita karir dan profesional muda.

b. Kesepian dilihat dari sudut kesehatan.

Dalam ilmu psikoterapi, hanya ada satu penyebab penyakit, yaitu gangguan dalam pergaulan. Dan pergaulan telah dimulai sejak bayi dilahirkan. Lukman, Berger menjelaskan bahwa menjadi tua merupakan beban bagi banyak orang, karena pertambahan umur disertai dengan kehilangan banyak peranan. Sedangkan Ruddock (dalam Roles and Relationship) berpendapat, bahwa hidup sosial merupakan aktivitas orang yang membutuhkan peranan, dan mencari orang yang bersedia memainkan peranan yang komplementer (Anna A., M.Sidharta, dan M.A.W. Brouwer, 1980).

Forum K. menjelaskan, bahwa penelitian di Inggris mengungkapkan, usia paruh baya adalah usia yang paling sering merasa kesepian. Lebih dari sekitar 75% orang dewasa merasa kesepian, dengan rata-rata usia 40 tahun an adalah usia yang paling mengalami kesepian. Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Clinical Nursing meneliti sekitar 1300 orang dengan kisaran usia di atas 18 tahun di Australia, menemukan bahwa rasa kesepian sangat jarang dijumpai pada usia remaja dan usia di atas 50 tahun. Hasil penelitian tersebut belum dapat dikatakan final, karena tak semua orang menganggap kesendirian atau kesepian itu sebagai hal yang negatif, bahkan ada beberapa orang yang memilih kesunyian sebagai bagian dari hidup mereka, seperti yang diungkapkan DR. Athur Cassidy dari Belfast Institute.

Survei tersebut menemukan bahwa mereka yang memiliki keyakinan iman yang kuat cenderung lebih suka hidup menyepi, tak peduli usia mereka. Dalam hal ini wanita yang menempati posisi paling banyak untuk memilih hidup membaktikan diri pada keyakinan mereka, dan sangat jarang sekali para wanita ini mengeluh dengan kesendirian mereka.

c. Bagaimana cara mengatasi agar tak merasa kesepian?

Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesepian tak hanya melanda orang yang telah berumur tua. Bahkan bagi orang tua, yang memiliki iman kuat, dan membaktikan diri pada keyakinan mereka untuk menyepi, jarang mengeluh tentang kesendirian mereka.

Apa artinya?

Bahwa rasa sepi sangat dipengaruhi oleh sifat seseorang, dan adaptasi terhadap faktor lingkungan. Jika seseorang mempunyai sifat yang selalu menginginkan adanya orang lain, keinginan untuk mendapatkan peranan, maka risiko untuk kesepian akan lebih tinggi. Hal ini berbeda dengan orang yang supel (mudah berteman), mandiri, mempunyai keimanan dan keyakinan kuat, sehingga ada atau tiadanya teman tak ada pengaruhnya. Apalagi jika orang tersebut mempunyai hobi dan bisa menyibukkan diri sendiri, seperti membaca, menulis, aktif pada kegiatan sosial, dsb nya. Hal ini terlihat, mengapa dari hasil penelitian, rasa kesepian sangat jarang dijumpai pada usia remaja dan di atas usia 50 tahun.

Usia remaja adalah masa-masa sangat senang bergaul bersama teman, sedang usia di atas 50 tahun, pada umumnya telah siap dengan apa yang akan dilakukan pada masa usia pensiun. Walau demikian tak berarti usia remaja dan usia di atas 50 tahun tak ada yang mengalami rasa kesepian.

Apa yang sebaiknya dilakukan agar tak terserang rasa kesepian?

1. Melakukan kesibukan sesuai hobi, karena kesibukan yang dilakukan sesuai hobi akan mendorong rasa gembira.
2. Melakukan aktifitas yang tak selalu tergantung ada tidaknya orang lain, seperti: membaca, menulis, berkebun dsb nya
3. Ikhlas dalam melakukan sesuatu. Apabila sesuatu dilakukan secara ikhlas, apapun hasilnya, tidak akan membuat penyesalan.

Kesepian

· Pengertian Kesepian

· Kesepian merupakan kondisi yang tidak menyenangkan, dan berdasarkan pengalaman berhubungan dengan tidak mencukupinya kebutuhan akan bentuk hubungan yang akrab atau intimasi (Sullivan dalam perlman & Peplau, 1982). Sermat (dalam Peplau & Perlman, 1982) berpendapat bahwa kesepian merupakan hasil dari interpretasi dan evaluasi individu terhadap hubungan sosial yang dianggap tidak memuaskan. Orang akan merasa kesepian bila intensitas hubungan social yang diharapkannya tidak sesuai atau kurang dari apa yang merupakan kenyataannya. Sedangkan Peplau dan Perlman (1982) mendifinisikan kesepian sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan, yang terjadi ketika hubungan social individu tidak berjalan sesuai yang diharapkannya. Young (dalam Perlman & Peplau, 1982) menyatakan bahwa kesepian merupakan respon individu atas ketidakhadiran yang dirasa sangat penting dari social reinforcement. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kesepian adalah keadaan yang diakibatkan oleh perasaan tidak pernuhi kebutuhan keakraban, adanya hasil persepsi dan evaluasi hubungan social yang kurang memuaskan, dan kurang adanya reinforcement sosial. Karakteristik Kesepian Fromm-Reichman, Lopata, dan Young (dalam Yuniarti, 2002) menyebutkan karakteritik kesepian adalah sebagai berikut: tidak terpenuhinya kebutuhan akan keakraban, hasil persepsi dan evaluasi hubungan sosial yang kurang memuaskan, kurang adanya reinforcement sosial.

Pengertian dan Ciri-ciri Keberanian

Pengertian Keberanian

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristoteles mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.” Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, “Don't fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Menurut Peter Irons keberanian adalah suatu tindakan memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting dan mampu menghadapi segala sesuatu yang dapat menghalanginya karena percaya kebenarannya.

Paul Findley mengatakan bahwa keberanian adalah suatu sifat mempertahankan dan memperjuangkan apa yang dianggap benar dengan menghadapi segala bentuk bahaya, kesulitan, kesakitan, dan lain-lain.

Hidup tanpa keberanian adalah hidup yang sia-sia. Hidup dan keberanian ibarat tubuh dan bayang-bayang. Kemana pun kita pergi dia selalu mengikuti. Hidup ini begitu penuh pilihan, maka beranilah memilih. Apapun pilihan yang kita ambil selama berpijak dari pemahaman tentang hidup yang utuh tak akan menjadi pilihan yang salah. Maka, keberanian adalah sebuah iman. Ketika kita mendengar, melihat dan berbicara dengan hati kita, maka apapun tindakan, pikiran dan ekspresi yang kita lakukan bukan keberanian lagi namanya. Ia sudah menjadi iman yang hidup.

Hidup ini begitu penuh pilihan, maka beranilah memilih. Apapun pilihan yang kita ambil selama berpijak dari pemahaman tentang hidup yang utuh tak akan menjadi pilihan yang salah. Seorang korban gempa Tsunami Aceh berhasil bertahan hidup selama berhari-hari terapung di laut lepas. Apa yang membuatnya memiliki energi mukjijat yang membawanya pada pertemuan dengan penyelamatnya? Sebuah sikap jiwa bernama keberanian. Ketika ia bertekat, “aku ingin hidup”. Dan terjadilah. Ia menjadi salah satu pencerita yang real tentang bagaimana energi hidup dari sebuah keberanian membuatnya selamat.

Keberanian adalah sebuah iman. Apa yang membuat Muhammad yang buta huruf berani mewartakan sang Sabda yang telah berbicara dengannya? Keberanian mendengar tuntunan terang Ilahi. Apa yang membuat Siddharta berani meninggalkan gemerlapnya istana dan hidup dengan apa yang didapatnya saja selama perjalanannya? Keberanian mencari kebenaran sejati.

Apa yang membuat Yesus menerima semua penderitaan yang ditanggungnya hingga desah nafas terakhirnya di kayu salib? Keberanian menerima rencana Ilahi yang telah digariskan padanya. Apa asal-muasal Bandara yang penuh pesawat dan bergantian terbang dan mendarat? Keberanian Wright bersaudara mewujudkan sesuatu yang dianggap mustahil pada jamannya.

Keberanian adalah sebuah iman. Ketika kita mendengar, melihat dan berbicara dengan hati kita, maka apapun tindakan, pikiran dan ekspresi yang kita lakukan bukan keberanian lagi namanya. Ia sudah menjadi iman yang hidup.

Ciri-ciri umum dan khusus dari keberanian

Ciri-ciri umum keberanian :

* adanya tekad
* percaya diri
* Konsistensi
* Optimisme

Ciri-ciri khusus keberanian :

* berpikir secara matang dan terukur sebelum bertindak
* mampu memotivasi orang lain
* selalu tahu diri, rendah hati, dan mengisi jiwa serta pikiran dengan pengetahuan baru menuju ke arah yang benar
* bertindak nyata
* semangat
* menciptakan kemajuan
* siap menanggung resiko
* konsisten/istiqomah

Sumber Bacaan :

* Findley, Paul. 1995. Mereka Berani Bicara. Bandung: Mizan.
* Irons, Peter. 2003. Keberanian Mereka yang Berpendirian. Bandung: Angkasa.
* Gunn, Anthony. 2007. Fear is Power, Turn Your Fear into Succes. Jakarta: Hikmah.
* Zaman, Munawar. 2007. Jangan Takut Married. Bandung: Mizan
* Suyatna, Hempri. 2007. Evomorales (presiden bolivia menantang AS). Jakarta: Hikmah.
* Koya, Abdurrahman. Party of God, an Islamic Movement perspective. Jakarta: Hikmah.
* Labib, Muchsin, Ahmadinejad. 2007. David di Tengah Angkara Goliath Dunia. Jakarta: Hikmah.
* www.Blogspot.com. Arti-sebuah-keberanian.html.
* www.konsultasi.org
* Brave of psychology